Permintaan Subsidi Bunga KUR Naik Tiap Tahun

0
233

Bunga KUR ( Kredit Usaha Rakyat ) yang sebelumnya diturunkan pemerintah, mulai dari 22 persen menjadi 12 persen disambut positif oleh para pengusaha menengah keatas terkait penurunan ini. Dengan adanya penurunan ini, maka daya saing Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) pun akan meningkat.

Himpunan Para Pengusaha Indonesia ( HIPMI ) mengusulkan kepada pemerintah agar subsidi tersebut dapat diberikan setiap tahunnya dan mengalami peningkatan sesuai dengan anggaran tahunan pemerintah. Ketua bidang UKM dan koperasi BPP HIPMI, Yuke Yurike menjelaskan bahwa pasar subsidi bunga terhadap pelaku UMKM ini pasalnya masih kurang optimal.

“Dengan jumlah pelaku UMKM kita yang mencapai 56 juta, nilai ini masih sangat kecil. Itu sebabnya, kita usulkan yang mikro dan pemula dulu, setelah itu kecil dan menengah,” kata Yuke di Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Yuke memaparkan, perkembangan bunga kredit perbankan saja hanya sebesar 12,75 persen untuk kredit industri, 12,32 persen kredit investasi dan 13,73 persen untuk konsumsi. Sedangkan angka kredit bunga UMKM yang tertinggi adalah 22 persen.



Ia sangat menyayangkan dengan kebijakan ini, karena ditengah krisisnya perekonomian negara Indonesia. Para pelaku UKM inilah yang ikut juga berperan dalam menyembuhkan dari krisis. Bila mereka harus ditekan juga dengan bunga yang tinggi, maka mereka pun sulit untuk berkembang.

Yuke optimistis bila nilai subsidi dari bunga terus membesar, akan berkemungkinan untuk mempengaruhi bunga UMKM di pasaran. Hal itu pun juga dapat mempengaruhi penurunan bunga di beberapa perbankan, sehingga ekonomi Indonesia pun dapat kembali membaik.

Komentar