Janganlah Mencintai Pasangan Secara Berlebihan

0
366
Jangan berlebihan dalam mencintai pasangan
(Via / © Beritapetang)

Beritapetang.com – Rabu (17/2/2016) Pastinya kalian sangat mencintai pasangan kalian, bukan? Untuk kita yang sedang merasakan cinta yang begitu membara dan memuncak dihati. Yang selalu memikirkannya setiap waktu, yang selalu merindukannya tanpa batas. Hingga, muncul perasaan takut kehilangan dan takut dia berpaling ke lain. Namun, sebenarnya perasaan cinta yang sangat berlebihan itu memiliki dampak yang negatif untuk hubungan kita kedepannya nantinya. Maka dari itu, janganlah mencintai pasangan kita terlalu berlebihan, cintailah secukupnya saja. Seperti pepatah mengatakan “Cintailah pasangan cukup seujung kuku, yang walaupun sudah dipotong akan tetap tumbuh kembali”.

Ketika hati kita sedang berbunga-bunga dan perasaan cinta kita begitu membara, ada baiknya kita sedikit memberikan ruang untuk dirinya. Yang tadinya kita sering memberikan kabar hampir setiap jam atau bahkan hanya sekedar mengiriminya pesan pendek yang bertuliskan “Aku kangen”. Hal tersebut, sebaiknya dikurangi dan tak perlu kita memberikannya kabar setiap jam. Cukup dengan memberikannya kabar tiga kali sehari saja, layaknya minum obat. Karena, waktunya tidak hanya terpaku pada kita tetapi juga dia memiliki kesibukan lain atau membutuhkan waktu untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau pun bersama dengan teman-temannya. Jadi, cobalah untuk menjadi pasangan yang memiliki sikap pengertian.

Cinta yang sangat berlebihan juga bisa membuatmu menjadi pasangan yang egois dan overprotective yang selalu mengawasi kemanapun dia pergi serta dengan siapa dia pergi. Karena, kita berfikir bahwa waktunya hanya untuk kita saja. Seperti, kita memintanya untuk menemani kita belanja atau berjalan-jalan padahal dia sangat ingin berkumpul bersama dengan teman-temannya. Bahkan, mungkin dia sudah ada janji dengan teman-temannya untuk nongkrong bareng tapi kita memaksanya untuk menemani kita pergi. Hal tersebut, menunjukkan bahwa kita menjelma menjadi sosok pasangan yang memiliki sikap egois, yang hanya memikirkan kesenangan sendiri tanpa memikirkan kesenangan pasangan kita.

Cukup mencintai dengan sewajarnya saja
(Via / © Beritapetang)

Dalam suatu hubungan kita harus memiliki rasa saling percaya satu sama lainnya. Namun, kita berbeda kita malah tidak menerapkan hal tersebut dalam hubungan kita. Kita malah menjadi sosok pasangan yang mudah untuk curiga dan cemburu terhadap pasangan kita sendiri. Misalkan, ketika pasangan kita sedang pergi bersama sahabat wanitanya dan kita cemburu atau bahkan curiga kepada mereka. Meski, sebenarnya sebelum dia bersama dengan kita, mereka telah lebih dulu bersahabat. Memang benar jika cemburu dan curiga adalah salah satu dari tanda cinta. Tetapi, bila diawal hubungan kita sudah membuat perjanjian bahwa kita harus saling percaya, jadi buat apa bila ditengah hubungan kita malah memiliki rasa curiga dan cemburu.



Janganlah terlalu sibuk dengan memikirkannya, sehingga membuat kita lupa bahwa kita juga butuh ruang untuk beristirahat dari urusan percintaan. Karena, diri kita pun butuh untuk menenangkan pikiran dari masalah-masalah cinta yang rumit. Kita butuh untuk berjalan-jalan sendirian, mencari udara segar, membaca buku, atau bisa saja menonton bioskop atau menonton DVD didalam kamar sendirian. Serta, dilengkapi dengan cemilan dan secangkir teh atau minuman dingin yang dapat menyegarkan.

Karena, kita terlalu sibuk dengan pasangan kita, sampai akhirnya kita melupakan teman-teman kita. Kita lupa kapan kita nongkrong bareng, bercanda bareng bahkan jalan-jalan bareng. Kini, cobalah kita meluangkan waktu untuk bisa berkumpul bersama teman-teman ataupun bersama keluarga. Seperti, jalan-jalan bareng, nonton DVD atau bioskop, bersenda gurau bersama. Cobalah untuk bisa mengatur waktu yang adil antara keluarga, teman dan pasangan. Janganlah terlalu sibuk dengan pasangan, hingga lupa bila ada orang lain yang membutuhkan waktu kita.

Memang benar cemburu dan curiga suatu tanda cinta
(Via / © Beritapetang)

Selain teman, keluarga yang membutuhkan kita, ada juga impian yang perlu kita kejar. Karena, kesibukan kita dengannya membuat kita lupa bahwa kita memiliki impian yang sudah direncanakan dan perlu kita kejar. Misalkan, kita terlalu sibuk kencan dengan pasangan hingga lupa untuk belajar bahwa kita memiliki tugas atau pun test untuk yang berkesempatan mendapatkan beasiswa melanjutkan kuliah keluar negeri. Sehingga kita juga butuh waktu untuk bisa mengatur dan membagi waktu kita untuk mengejar impian, keluarga, teman dan pasangan.

Maka dari itu, kita hanya cukup mencintainya seujung kuku saja, yang walaupun sudah dipotong berkali-kali namun tetap tumbuh, begitulah kata pepatah. Jadi, cintailah pasangan dengan secukupnya dan janganlah berlebihan, sebab berdampak buruk bagi diri dan hubungan kita. Baik diri kita dan dirinya membutuhkan ruang untuk sendiri dan tak harus terpaku pada pasangan saja. Janganlah terlalu berlebihan mencintainya dan biarkanlah cinta kita tetap tumbuh untuknya, meskipun memang tidak ada pengukur rasa cinta kita untuk dia. Tapi, kita sudah berusaha untuk tidak terlalu berlebihan atau posesif dalam mecintainya. Atau dengan kata lain, memberikan kebebasan sedikit untuk pasangan agar bisa mengembangkan hobinya masing-masing, selama itu dibatas yang wajar. (Mil / berbagai sumber).