Jangan Lagi Bermalas-malasan, Yuk Intip 8 Kisah Orang Yg Berjuang Mencari Nafkah Ini

0
1559
Malas-malasan bekerja
(Via / klikbontang.com)

Beritapetang.com – (30/1/2016) Pernahkan anda merasa bosan dan mulai bermalas-malasan dalam rutinitas pekerjaan? Memang tidak bisa di pungkiri terkadang kita mulai merasa bosan dan bermalas-malasan dalam bekerja. Dari yang berangkat pagi-pagi, lalu berkutat dengan tugas-tugas kantor yang numpuk dan pulang hampir tengah malam alias seharian di kantor, pulang pun dengan badan dan otak yang sangat lelah. Namun, jika ada kesempatan tentunya kita ingin sekali cuti dan pergi berlibur untuk menenangkan pikiran setelah penat bekerja.

Memang rasa malas dan bosan, karena sehari-hari kita melaksanakan pekerjaan yang dapat menguras pikiran dan tenaga, itu sulit untuk diatasi. Tetapi, jangan karena hal tersebut, membuat kita terus terjebak dalam kemalasan yang dapat menurunkan kinerja kerja kita. Supaya kita tidak lagi bermalas-malasan dan bisa mendapatkan motivasi untuk lebih giat lagi melalui kisah ini, jadi mari kita lihat delapan kisah orang-orang yang berjuang demi mendapatkan uang untuk kelangsungan hidup mereka, diantaranya :

  1. Wahyudi
Wahyudi seorang pemulung dan Mahasiswa lulusan S2
(Via / news.detik.com)

Wahyudi adalah mahasiswa lulusan S2 yang bekerja sebagai pemulung, beberapa waktu lalu kisah hidup dan wajahnya sempat jadi perbincangan di media sosial. Ia menjadi seorang pemulung karena mencari biaya untuk membayar kuliahnya, ia bekerja keras untuk terus mencari biaya agar kuliahnya dapat terus dilanjutkan. Walaupun ia hanya menjadi seorang pemulung, tapi akhirnya dia dapat lulus dengan gelar S2nya. Kabarnya, Wahyudi ini juga akan melanjutkan studinya ke jenjang S3.

  1. Kakek Arsilan
Kakek Arsilan
(Via / news.detik.com)

Kakek Arsilan, usianya sekitar 90 tahunan. Dulunya, kakek ini pernah ikut terlibat dalam peperangan yang terjadi di Tangerang, Banten. Tidak hanya itu, kakek Arsilan juga kabarnya pernah bekerja jadi tukang kebun di keluarga Bung Karno hingga tahun 2013 lalu. Namun, ia tidak pernah mendapatkan tunjangan dari pemerintah dan hanya mendapatkan dana pensiun sebesar Rp. 1,5 Juta Rupiah saja. Setelah itu, ia tidak lagi ada penghasilan dan akhirnya ia menjadi seorang pemulung untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Hanya pekerjaan itu yang bisa ia lakukannya untuk bisa mendapatkan uang.



  1. Bocah Semir Sepatu
Bocah penyemir sepatu di Gambir
(Via / facebook.ketimbang.ngemis.jakarta)

Anak kecil ini usianya mungkin sekitar 6 tahunan, dan biasanya anak-anak di usia tersebut sedang senang-senangnya bermain serta bersekolah. Namun, berbeda dengan bocah yang satu ini, ia malahan menghabiskan waktunya untuk bekerja menjadi seorang penyemir sepatu di kawasan Gambir. Ia banting tulang, bekerja keras melakukan pekerjaan itu untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.

  1. Kakek Saimin
Kakek Saimin
(Via / facebook.ketimbang.ngemis,jakarta)

Kakek Saimin, usianya sekitar 80 tahunan yang harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menawarkan jasa pijatnya. Bayangkan, betapa gigihnya usaha kakek itu demi mendapatkan sedikit uang untuk sekedar bisa membeli makan, ia harus panas-panasan berkeliling dijalanan. Bagi anda yang memiliki pekerjaan yang layak, memiliki fasilitas, dan penghasilan yang mencukupi, sebaiknya dimanfaatkan sebaikl-baiknya.

  1. Kakek Sukardi
Kakek Sukardi
(Via / facebook.ketimbang.ngemis.jakarta)

Kakek Sukardi pernah bekerja sebagai kuli bangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, usianya sekitar 69 tahun. Akibat terjadinya kecelakaan di tempat kerjanya akibat kelalaian temannya, membuat kakek Sukardi harus menerima kenyataan bahwa kakinya lumpuh. Kurang lebih selama 2 tahun, kakek Sukardi menjalani proses penyembuhan dan selama itu juga ia harus memikirkan cara mencari uang untuk menghidupi dirinya, sang istri dan kelima anaknya. Akhirnya, ia mendapatkan ide untuk membuat kerajinan replika kapal pinisi, idenya muncul ketika ia melihat tayangan cara membuat kerajinan replika kapal pinisi yang kreatif dan unik. Ia berusaha untuk merakitnya dan mencari bahannya sendiri, hingga menjualnya pun sendiri dengan menggunakan kursi roda.

  1. Mbah Kasinem
Mbah Kasinem
(Via / instagram.ketimbang.ngemis.solo)

Mbah Kasinem bekerja bukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, melainkan karena ia mencintai pekerjaannya, Mbah Kasinem berjualan di sekitar kawasan Stasiun Balapan Solo atau di Lampu Merah sekitar Balapan. Ia berjualan apa saja, seperti buah pisang, melon, ubi, kacang-kacangan, dan bawang putih. Untuk membawa barang dagangannya ia menggunakan bakul yang digendong, bayangkan nenek yang sudah berusia senja ini masih sangat kuat untuk membawa barang-barang tersebut.

  1. Nenek Gerobak
Nenek gerobak
(Via / instagram.ketimbang.ngemis.jakarta)

Nenek gerobak sehari-hari mencari botol plastik bekas, atau pun kardus-kardus bekas dengan menarik gerobak. Ia melakukan pekerjaan tersebut karna memang untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia banting tulang, bekerja keras demi mendapatkan sepeser uang untuk dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya. Ia tidak pernah mengeluh dan tetap gigih untuk terus melanjutkan hidup walaupun bekerja sebagai pemulung.

  1. Kakek Penjual Koran
Kakek Penjual Koran
(Via / instagram.ketimbang.ngemis.jakarta)

Walaupun ia memiliki keterbatasan, namun ia tetap gigih berjualan koran yang mungkin hasilnya pun tak seberapa. Dengan kondisi mata yang hanya berfungsi sebelah saja, tidak membuat kakek ini menyerah untuk mencari uang. Ia berkeliling menjual korannya dari pagi hingga malam hari karena korannya yang tidak setiap hari terjual habis, tidak peduli pada cuaca yang kadang panas atau hujan sekalipun.

Itulah delapan orang yang berjuang hidup untuk dapat tetap bisa bertahan hidup. Nah, untuk kita yang masih bisa mendapatkan pekerjaan yang layak atau sudah mendapatkan pekerjaan yang layak, sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Memang kadang rasa malas dan bosan kadang menghampiri tapi jangan sampai membuat produktivitas pekerjaan kita menurun. Karena, diluar sana masih ada orang-orang yang kurang beruntung dari kita, jadi buang rasa malas dan semangat untuk lebih giat lagi. Semoga setelah selesai membaca informasi ini, kita dapat termotivasi oleh kisah mereka, guys. (Mil / berbagai sumber).

Komentar