Beberapa Hari Ini, Telah Dihebohkan Dengan Hadirnya “LGBT” Dikampus

0
644
Lambang LBGT
(Via / news.okezone.com)

Beritapetang.com – Tahukah anda bahwa akhir-akhir ini ada kontroversi LGBT di lingkungan kampus? Beberapa hari ini, dunia maya telah dihebohkan dengan adanya isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di kampus. Kejadian tersebut, mengingatkan kejadian yang terjadi pada bulan Juli 2015 lalu, saat semua orang Indonesia di Facebook membahas tentang masalah sahnya pernikahan sesama jenis di Amerika.

Namun saat ini, malah muncul kembali isunya yang kehadirannya sedikit berbeda. Isu kontroversi LGBT tersebut, kabarnya murni lokal atau pihaknya berasal dari Indonesia. Di mulai dari SGRC UI, pihak Universitas Indonesia, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Nasir, bahkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD pun ikut berkomentar perihal masalah ini.

LGBT
(Via / projekdialog.com)

Sebelum, isu LGBT pada awalnya bermula dari kontroversi adanya SGRC UI, yang nama dan lambang organisasi ini memakai nama dari Universitas Indonesia. Apa itu SGRC UI? SGRC UI yaitu Support Group and Resource Center For Sexual Studies. Organisasi mahasiswa tingkat universitas tersebut hanya fokus pada isu yang berkaitan dengan gender dan seksualitas saja.

Organisasi ini telah di dirikan sejak 2014, yang anggotanya terdiri dari mahasiwa, alumni, dan dosen Universitas Indonesia. Pendiri organisasi itu adalah dua mahasiswa dari Universitas Indonesia yang berasal dari Fakultas Psikologi dan Antropologi.



Mengenai isu LGBT hanyalah sebagian dari sekian banyaknya isu-isu yang di tangani oleh organisasi SGRC. Tidak hanya LGBT, tetapi SGRC juga menangani isu kesetaraan gender, korban penganiayaan atau kekerasan seksual, dan pencegahan kekerasan seksual di kampus. Selain SGRC, sebenarnya masih banyak organisasi lainnya di UI.

Kontroversi LBGT dikampus
(Via / genseks.fisip.ui.ac.id)

Namun, setiap organisasi atau komunitasnya memiliki bidang atau fokus yang berbeda-beda. Misalnya yang pernah ada, seperti UILDSC (UI Liberalism and Democracy Study Club) grup ini fokus pada isu demokrasi dan liberalisme, ada lagi Lentera Filsafat, yang fokus pada sosial dari pandangan filosofis.

Adanya kontroversi ini pun karena di picu oleh pengumuman kerja sama SGRC dengan situs Melela.org pada minggu lalu. Organisasi tersebut berinisiatif untuk mendirikan atau membuat Jaringan Peer Support kepada anak-anak muda LGBT. Seperti yang sudah dilansir dari Magdalene.co, pada Selasa (26/01/2016), menyebutkan bahwa Peer Support sebetulnya lebih fokus ke arah sharing saja. Tetapi, tidak memiliki hal-hal yang berbau politik. Dalam organisasi atau komunitas ataupun Lembaga tersebut, hanya melakukan kegiatan sharing dan konseling saja, serta menghasilkan pandangan dari sisi masyarakat. (Mil / berbagai sumber).