Seorang Pria Muslim Rela Mati Demi Menyelamatkan Umat Kristiani

0
260
Pria Muslim Penyelamat Umat Islam
(Via / Liputan6.com)

Beritapetang.com – Apa yang akan anda lakukan ketika anda melihat ada sekelompok orang sedang melakukan kejahatan pada orang lain? Menolongnya atau malah membiarkannya? Namun, ada seorang pria muslim dari warga Kenya yang rela mati demi menyelamatkan umat Kristen. Pria tersebut, bernama Salah Farah meninggal dunia diruang operasi, pada Minggu 17 Januari 2016, usia Farah baru menginjak 40 tahun.

Farah pun meninggalkan istri dan anak-anaknya, sang istri bernama Dunia Mohamed ini juga ternyata sedang hamil 9 bulan. Serta, ia memiliki 4 anak lainnya yang masih kecil-kecil. Bukan hanya istri dan anaknya yang kaget akan kabar tersebut. Namun, sang ibunda yang bernama Amina Sabdow pun amat sangat kaget dan lemah tak berdaya ketika mendengar kabar kematian anaknya tersebut.

Salah Farah
(Via / the-star.co)

Farah adalah seorang tulang punggung yang menafkahi keluarga besarnya. Ia lulusan dari Universitas Maasai Mara dan bekerja di sekolah dasar di Mandera Country. Sehingga, kematiannya tersebut menjadi duka bagi sesama pengajar. Tak hanya itu, komisi guru pun menyampaikan duka citanya langsung kepada keluarga Alm.Farah dan mereka pun berjanji akan membantu keuangan keluarga Alm. Farah.

Kematian Farah terjadi ketika ia sedang berada di sebuah bus yang melaju di Desa El Wak, Mandera, kota Timur Laut Kenya. Tiba-tiba, datang sekelompok Al Shabaab menyerbu masuk dan memerintahkan para penumpang untuk memisahkan orang yang beragama Islam dan orang yang beragama Kristen.



Tetapi, Farah pun dengan tegas menolak perintah tersebut dan ia berkata “Kami tidak menolaknya, bunuh kami atau silahkan tinggalkan kami semua”. Ucapnya kepada para penyerbu.

Penolakan Farah pun didukung oleh orang yang beragama Islam. Mereka bersama-sama saling membantu untuk melindungi umat Kristen dari para sekelompok penyerbu tersebut.

Sebelum Farah meninggal, dia mengucapkan kepada CNN, seperti yang dikutip oleh Liputan6.com, pada Kamis (21/01/2016).  “Mereka berkata kepada kami, jika kau adalah kaum Muslim, maka kalian akan selamat”. Ucapnya.

Salah Farah meninggal dunia demi menyelatkan umat Kristen
(Via / inquisitr.com)

Sampai akhirnya, Militan Al Shabaab pun pergi, setelah menembakkan peluru yang menewaskan 2 korban dan juga melukai 3 korban lainnya, salah satunya Salah Farah. Farah dan para korban lainnya pun dilarikan kerumah sakit di Kenyatta National Hospital yang terletak di Nairobi.

Semula, diperkirakan kondisi Farah akan membaik dan diperbolehkan untuk pulang pada tanggal 7 Januari 2016. Namun, kenyataannya kondisi Farah malah makin memburuk dan akhirnya dia pun meninggal pada pekan lalu. Karena, luka parah yang diakibatkan oleh tembakkan peluru Taliban.

Kemudian, jasad Farah pun diterbangkan menggunakan helikopter untuk dipulangkan ke kampong halamannya di Madera. Ia di makamkan secara Islam di pemakaman umum Langata. Banyak pelayat yang datang dari berbagai latar belakang agama yang berbeda. Namun, Farah telah mewariskan sesuatu hal yang sangat berharga bagi dunia yaitu “Kita semua adalah saudara”. Kalimat itu yang sangat sering diucapkan oleh Farah ketika ia sedang terbaring lemah dirumah sakit.

Ketika, ia sedang di wawancarai oleh Voice Of America sebelum ia meninggal. Farah mengatakan bahwa “Kita semua harus hidup bersama-sama secara aman dan damai”.  “Kita semua ini bersaudara, dan yang membedakan hanyalah agama. Sehingga, saya meminta kepada seluruh umat Islam untuk saling peduli terhadap agama lain”. Ucapnya. (Mil / berbagai sumber).

Komentar