Anak Di Pakistan Memotong Tangannya Sendiri Setelah Dituduh Menghina Nabi

0
473
Qaiser bocah saleh
(Via / news.liputan6.com)

Beritapetang.com – Tahukah anda, ada seorang anak yang menghukum dirinya sendiri setelah dituduh menghina Nabi Muhammad SAW? Seorang anak yang berasal dari Punjab, Pakistan, memotong tangan nya sendiri setelah dirinya dituduh menghina Nabi Muhammad SAW. Remaja yang bernama Qaiser, berumur 15 tahun ini mengakui bahwa dirinya melakukan hal tersebut dengan kesadaran penuh.

Kejadian tersebut, terjadi pada saat perayaan Maulid Nabi pada tanggal 11 Januari lalu, yang diadakan di Masjid disekitar desanya. Saat itu, ulama yang sedang menjadi pengisi acara pun bertanya kepada para hadirin yang datang “Siapa diantara anda yang mengakui sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW”. Ujar ulama tersebut. Semua hadirin pun mengangkat tangan mereka.

Namun, pada saat ulama tersebut bertanya kembali “Siapa disini yang tidak setuju dengan ajaran dan tidak mencintai Nabi Muhammad SAW”. Kemudian, sang anak pun mengangkat tangannya dan rupanya dia tidak mendengar dengan jelas pertanyaan tersebut. Dia pikir bahwa pertanyaan tersebut adalah sebaliknya.

Bocah Pakistan memotong tangannya sendiri
(Via / lifestyle.liputan6.com)

Akibat dari salah paham tersebut, akhirnya bocah tersebut dihujat dan dituduh menghina Nabi Muhammad oleh ratusan jamaat. Karena hal tersebut, sang bocah pun menghukum dirinya sendiri dengan cara memotong tangannya sendiri setelah selesai acara. Hal itu, ia lakukan untuk menebus kesalahannya dan membersihkan dosanya.



“Setelah acara tersebut, saya pulang dan saya memotong tangan saya sendiri dengan menggunakan mesin pemotong rumput dan dia pun menunjukkan hal ini pada ulama”. Ucap Qaiser. Dikutip dari BBC, Rabu (20/01/2016).

Alasan Qaiser memotong tangannya sendiri untuk membuktikan pada semua orang bahwa dirinya mencintai Nabi. Serta, ia pun tidak dapat hidup dengan tenang, setelah apa yang telah ia lakukan yaitu menghina Islam.

“Saya tidak merasakan sakit dan juga tidak menyesal memotong tangan saya sendiri, yang telah saya pakai untuk menentang Nabi”. Ucap Qaiser.

Akibat perbuatannya, kini Qaiser dianggap sebagai bocah yang sangat saleh dan juga sebagai seorang pahlawan. Kejadian, Qaiser yang menghukum dirinya karena telah menghina Islam ini adalah kejadian pertama kali terjadi di Pakistan.

Namun, jika ia tidak menghukum dirinya sendiri maka dia akan mendapatkan hukuman yang berat dari pihak yang berwajib. Karena, di Pakistan, siapapun yang menghina islam dapat berujung dengan hukuman mati, baik itu melalui pengadilan maupun penghakiman oleh massa. (Mil / berbagai sumber).

Komentar