Veteran Sekaligus Tukang Kebun Bung Karno Dulu, Saat Ini Menjadi Pemulung

0
1418
Arsilan Veteran Bekas Tukang Kebun Soekarno

Arsilan ( 90 ) seorang kakek tua yang rentah dan tertindas dengan pesatnya perkembangan bangsa. Dahulu, kehidupan makmur pernah dirasakan olehnya, seiring perkembangan negara Indonesia. Ia pun tertindas dari kehidupan yang makmur. Siapa yang sangka, kakek tua yang kurus kering ini dulunya seorang veteran yang pernah membantu untuk kemerdekaan bangsa.

Profesinya saat dulu memang tak tinggi, ia hanya seorang tukang kebun Soekarno. Usai perang sewaktu dulu, ia mendapatkan pekerjaan dari Soekarno secara langsung untuk menjadi tukang kebunnya. Dengan senang hati Arsilan menerimanya.

Dihari pahlawan ini, ternyata Arsilan turut hadir dalam upacara peringatan hari kemerdekaan. Pria rentan ini bercerita tentang perjuangannya untuk membantu perang yang terjadi di wilayah Tangerang tempo dulu. Bukan masalah baginya, bila ia bukan menjadi angkatan yang berpangkat. Ia sangat ikhlas dengan membantu kemerdekaan Indonesia.

“Saya berjuang lillahi ta’ala berjuang untuk kemerdekaan negara. Saya berjuang tidak minta gaji. Saya bukan orang kuli, kalau orang kuli minta gaji,” tutur Arsilan saat ditemui di TMP Kalibata.



Jaman semakin berganti dan Bung Karno wafat. Arsilan mulai mengalami keterpurukan dalam hidupnya, ia tak tahu harus bagaimana lagi mencari uang. Jujur saja, kakek tua ini merupakan orang yang buta huruf. Jadi, guna memenuhi kebutuhan hidupnya, terpaksa ia harus memulung.

Arsilan sang Veteran
Kesehariannya, Arsilan memulung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Arsilan saat ini tinggal didekat Tugu Proklamas, ia tidur mengemper layaknya orang yang terlantar. Tergerus dari zaman, mungkin simbolik yang cocok bagi sang veteran. Bukan hanya Arsilan satu-satunya veteran yang terlantar, masih banyak mereka yang tergerus zaman dan terpaksa hidup digaris kemiskinan.

Satu harapan dari kakek tua ini, ia berharap agar pemerintah dapat memperhatikan para pejuang veteran. Perjuangan kala itu memang dilakukan dengan hati yang ikhlas, tetapi materi memang dibutuhkan guna menutupi kebutuhan hidup.

Komentar