Demi Pajak, DPR Sepakat Koruptor Diampuni

0
286

Koruptor memang suatu aktifitas yang merugikan dan juga tidak bermoral. Dimana, para koruptor mengambil apa yang bukan menjadi miliknya. Mendengar nama koruptor memang membuat kuping terasa panas. Ingin rasanya bila koruptor itu di musnahkan saja. Namun tidak demikian dengan DPR yang sepakat untuk mengampuni para koruptor apabila membayar pajak kepada negara. Apa maksudnya?.

Fadel Muhammad sebagai Ketua Komisi XI DPR mengakui sedang mendiskusikan mengenai pajak amnesty dengan pemerintah dengan tujuan mengejar uang atau dana warga Indonesia yang terparkir di luar negeri seperti halnya di negara maju Singapura.

Tax amnesty tidak apa-apa karena minimal potensi penerimaan negara ‎dari kebijakan ini sekira Rp 100 triliun sampai Rp 150 triliun dengan asumsi Rp 4.000 triliun dana yang disimpan di luar negeri. Ini bisa memberikan gairah supaya uang itu kembali masuk ke Indonesia,” ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Kebijakan pengampunan ini juga berlaku untuk para koruptor yang menyimpan dananya di Indonesia, tidak peduli apakah itu hasil kejahatan atau bukan terkecuali uang dari hasil transaksi narkoba dan terorisme. Pengampunan spesial bagi koruptor terdiri dari pengampunan pidana pajak, pidana umum dan pidana khusus dengan ketentuan untuk menyimpan sejumlah uang sebagai devisa negara.



“Jangan bilang uang halal atau tidak halal, yang kita mau kan uang di luar negeri kembali ke sini karena mereka lebih memilih memarkir dananya di luar negeri karena krisis ekonomi beberapa tahun lalu. Tapi kalau narkoba dan terorisme tidak boleh,” ‎terangnya.

Untuk itu, Fadel pun menggelar forum diskusi komisi XI besok ( 27/5/2015 ) pukul 11.00 WIB untuk membicarakan mengenai pajak amnesty ini. Ketua komisi DPR XI ini berharap dengan adanya pajak amnesty, krisis negara ini dapat berkurang.

Komentar