Upah Minimum Jakarta Harusnya Rp 7 juta, Bagaimana Bisa?

0
489

Hidup di kota metropolitan seperti Jakarta memang membutuhkan biaya hidup yang cukup tinggi. Ketua Asosiasi Serikat Pekerja ( ASPEK ) Indonesia, Mirah Sumirat mengatakan, seharusnya upah minimum untuk daerah Jakarta sudah mencapai Rp. 7 juta per bulannya, karena kebutuhan hidup yang kian melambung di kota Jakarta.

Mirah mengatakan, harusnya buruh menerima upah sesuai dengan gaji supir busway yang menerima penghasilan Rp, 7 juta per bulannya.

“Jadi sangat aneh jika upah minimum di Jakarta masih di bawah Rp 3 jutaan,” cetus dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (14/6/2015).

Dengan pendapat 3 juta, buruh tidak bisa mendapatkan kebutuhan yang layak menurutnya, seperti biaya sewa rumah, transportasi dan pangan yang sangat mahal di Jakarta. Oleh karena itulah, ia mendesak Ahok untuk menaikan gaji buruh ke angka Rp. 7 juta per bulan.



“Ahok jangan koar-koar saja, mengklaim pro buruh dan wong cilik tapi gaji buruh Jakarta  lebih rendah di bawah gaji buruh di Kerawang dan Bekasi,” tegasnya.

Sementara, menurut anggota dewan pengupahan DKI Jakarta Aryana Satria menyatakan, kenaikan upah minimum di Jakarta setidaknya perlu naik 20 persen, mengingat pertumbuhan ekonomi di Jakarta. Sedangkan, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) menargetkan kenaikan upah tahun depan berkisar 30 persen secara nasional. Hal ini guna mengejar ketinggalannya terhadap negara tetangga.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here