Kasus Risma Sebagai Tersangka Hanya Sebuah Salah Paham

0
180
Muhammad Prasetyo

Risma mantan walikota Surabaya baru-baru ini mendapatkan masalah yang merusak nama baiknya, yakni dituding sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang pemindahan kios di Pasar Turi. Setelah melakukan penelusuran terhadap kasus ini. Ternyata semua ini hanya sebuah salah paham.

Prasetyo selaku Kejagung RI menyatakan kalau surat SPDB bernomor B/415/V/15/Reskrimum yang dikirimkan pada 20 September 2015 memang benar ada, namun ada salah paham yang terjadi. Dimana isi surat tersebut menyatakan ‘diduga dilakukan’, bukan ‘tersangka’.

“Tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tersangka. Hanya tertulis ‘diduga dilakukan’ oleh siapa itu di dalam sprindiknya. Salah satunya Risma,” tutur Prasetyo saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/10/2015).

Kejaksaan Jawa Timur memang benar telah menerima SPDB Risma, tetapi jangan sembarang berkata bila Risma tersangka. Ini semua hanyalah prasangka saja. Kebenarannya tentu masih terus ditelusuri. Ditanyakan mengenai pembocoran SPDB, ia langsung membantah hal tersebut.



Tri Rismaharini
Risma ditetapkan sebagai tersangka, Prasetyo ungka kalau ini hanya salah paham.

“Logikanya kan gini, saat SPDP sudah disampaikan, penyidikan akan berlanjut. Dengan banyaknya pertanyaan seperti itu, Kasipenkum tidak bisa menolak. Jadi diberikan infonya. Jadi jangan dibilang, kejaksaan yang mau main atau apa,” pungkas Prasetyo.

Kasus yang menimpa Risma memang mencemarkan nama baiknya secara tak langsung. Terlebih, tak lama lagi akan berlangsung Pilkada Surabaya 2015. Apakah benar atau tidaknya Risma sebagai tersangka, nanti akan diketahui lebih lanjut.

Komentar