Jokowi : Jangan Kaitkan Ekonomi Saat Ini Dengan Krisis Tahun 1998

0
210
Ekonomi Indonesia Melemah

Lemahnya ekonomi Indonesia saat ini memang dapat dibilang yang terpuruk dari sebelumnya. Beberapa masyarakat pun mengatakan kalau saat ini sama dengan krisis pada tahun 1998. Menanggapi hal ini, Jokowi menegaskan kalau saat ini dengan krisis tahun 1998 tentunya jauh berbeda.

Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini masih menguat, tidak seburuk pada tahun 1998. Pasalnya, pada tahun 1998 Indonesia benar-benar terpuruk dengan pertumbuhan ekonomi yang jatuh sebesar 13 persen, sedangkan saat ini hanya 4,7 persen saja dan berpotensi untuk terus menguat.

“Jangan sampai membandingkan 1998 dengan 2015. Sangat beda sekali. Coba kita lihat pertumbuhan ekonomi, tahun 1998 itu jatuh pada minus 13. Saya hanya mengingatkan saja pada 2015 masih 4,7 persen,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip dalam situs Setkab.go.id, Kamis (22/10/2015).

“Krisis bagaimana? (Pertumbuhan) 4,7 persen kok krisis. Jangan ikut terbawa seperti itu. Kita ini harus menatap ke depan itu semuanya harus optimistis. Kalau kita tidak optimistis rakyat kita bagaimana? Pusingnya kayak apa pun kalau saya ingin menampilkan diri ya harus optimistis, harus yakin,” tegas Presiden Jokowi.



Ekonomi Indonesia
Jangan kaitkan ekonomi sekarang dengan krisis tahun 1998.

Mengenai nilai tukar rupiah, saat ini memang sedang mengalami keterpurukan, tetapi bukan nilai rupiah saja yang terpuruk. Beberapa mata uang asing juga terpuruk. Hal ini dikarenakan mata uang US$ yang menguat dengan menaikan suku bunganya.

Jauh berbeda pada tahun 1998, yang mana nilai tukar rupiah terhadap dollar benar-benar jatuh pada posisi Rp. 16.500 / dollarnya. Jokowi menegaskan kepada masyarakat. Saat ini, kita harus optimis, bila kita pesimis maka akan sulit untuk keluar dari kondisi saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here