Bocah di Riau, Ramadhani Lutfi Aerli Meninggal Akibat Asap

0
388
Bocah di Riau Meninggal

Sungguh malang nasib bocah berumur 9 tahun ini, Ramadhani Lutfi Aerli tidak dapat bertahan dalam kondisi asap yang sudah mencemari udara sekitar. Bocah ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu ( 21/10/2015 ) akibat gagal pernapasan.

Sebelum meninggal, Lutfi sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit Santa Maria. Namun, nasib malang menimpanya, anak yang baru duduk dibangku kelas 3 SD ini harus meninggal dunia karena terjadinya komplikasi gangguan pernapasan.

“Hasil pemeriksaan medis menyebutkan kalau paru-paru anak saya ini penuh dengan asap, sehingga tidak mendapat oksigen yang cukup,” tutur Eri Wirya selaku ayah korban, di rumah duka di Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru, Rabu (21/10/2015).

Kronologi Lutfi mengalami gangguan pernapasan terjadi saat ia pulang sekolah pada hari Senin lalu ( 19/10/2015 ), bocah malang itu mengaku sulit untuk bernapas. Namun, Eri tidak terlalu menganggap remeh terhadap kondisi anaknya, tak berselang lama. Tepatnya pada hari Selasa ( 20/10/2015 ), Lutfi mengalami demam yang cukup tinggi hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.



Tiba di rumah sakit, pemilik nama Ramadhani Lutfi Aerli ini langsung mendapatkan penanganan khusus, seperti diinfus, diberikan oksigen dan juga penguapan. Pukul 01.00 WIB nasib baik berpihak kepada Lutfi, ia tersadar dan memanggil ibunya. Sayangnya, baru sebentar sadar, ia kembali dalam keadaan koma. Dokter mencoba untuk menekan dada bocah malang ini.

“Kemudian dokter menekan-nekan dadanya. Saya tidak tega melihatnya, saya istighfar. Subuhnya anak saya sudah tiada,” ungkap sang ayah sambil meneteskan air mata.

Di shubuh hari, nyawa bocah 9 tahun ini sudah diambil oleh yang maha kuasa, isak tangis pun datang dari orang tua Lutfi, karena tak kuasa menahan kepahitan yang dirasakan anaknya.

Ramadhani Lutfi Aerli
Bocah malang ini telah dimakamkan dan beristirahat tenang di alam sana.

Eri sangat mengharapkan agar pemerintah lebih cepat tanggap dalam menanggulangi bencana ini, jangan sampai ada korban lainnya yang berjatuhan, cukuplah Lutfi yang menjadi korban terakhir. Karena sebelum bocah malang ini meninggal, ada juga anak berumur 12 tahun dan juga serang PNS meninggal akibat kabut asap yang sudah menyelimuti Riau.

Komentar