Kebakaran Hutan di Indonesia Sangat Parah, Pemerintah Harus Tanggap

0
446
Kebakaran Hutan Kian Memarah

Semakin kesini, kebakaran yang melanda negara Indonesia semakin parah saja. Banyak titik api yang bermunculan dan menjadi penyebab kebakaran pada hutan. Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, nampaknya belum dapat membuahkan hasil yang memuaskan bagi masyarakat. Buktinya, kebakaran tersebut malah semakin dahsyat saja.

Salah satunya adalah beberapa hutan di Sumatera, menurut Menko Polhukam, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan kalau hawa di daerah Sumatera sangatlah panas dan kering. Hal inilah yang menjadi pemicu banyak titik yang menjadi penyebab munculnya api.

Dari pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya membeberkan data titik api ( hotspot ) yang ada di seluruh Indonesia pada Senin kemarin ( 19/10/2015 ), ada sekitar 2438 titik api yang tersebar di Indonesia dan yang paling terbanyak terdapat di Sumatera Selatan dengan jumlah 513. Sedangkan pada Selasa kemarin ( 20/10/2015 ) titik api berkurang menjadi 1678, tetapi jumlah titik api di Sumatera Selatan malah meningkat menjadi 809 titik api.

“Kondisi di lapangan memang sangat berat, asapnya bergulung-gulung dan apinya sangat dahsyat. Malahan catatan tadi, pada hari Sabtu itu apinya seperti bergerak baik dari bawah maupun dari atas, bergeraknya luar biasa,” ujar Siti usai mengikuti rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2015 malam.



Tak hanya di Sumatera Selatan saja kebakaran hutannya semakin memarah. Di wilayah Kalimantan Tengah, Papua dan Sulawesi pun sama parahnya. Untuk itu, pemerintah juga memfokuskan untuk memadamkan disejumlah daerah tersebut.

Pesawat Pemadam Kebakaran
Pemerintah menambah jumlah pesawat pemadam kebakaran.

Dalam rapat yang digelar oleh Jokowi, nantinya pemerintah akan menambah pesawat pemadam kebakaran sebanyak 15. Berharap agar titik api dapat berkurang. “Mungkin kita hitung nanti tepatnya kira-kira antara 10-15. Nanti kita akan minta,” tutur Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here