Aksi Sadis Preman Belakang Rumah yang Menewaskan Ibu dan Anak

0
368
Pembunuhan Ibu dan Anak

Tewasnya seorang ibu dan anak yang berada di perumahan Aneka Elok Blok A13 Nomor 8, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur memang terbilang sangat sadis. Bagaimana tidak, pelaku menusukan senjata tajam beberapa kali hingga korban mengalami banyak luka tusuk dan tewas.

Kronologinya berawal saat Heno, suami korban pulang kerja. Saat itu pagar rumah tidak terkunci dan suasana begitu sunyi. Saat Heno masuk ke dalam rumah, bau amis pun mulai tercium. Penasaran dengan bau tersebut, suami korban tersebut langsung mendatangi sumbernya. Naas, istrinya Dayu Priambaria ( 45 ) beserta putranya Yoel Immanuel ( 5 ) tewas tergeletak dikamar berceceran darah.

Mendapati hal ini, ia pun hampir pingsan. Heno langsung menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kematian istri dan anaknya ini. Polisi pun datang ke TKP untuk melakukan autopsi. Terlihat ada luka sobek pada ibu dan anak ini yang diduga kuat karena tusukan benda tajam.

Dayu mengalami luka dibagian leher kiri, dagu sebelah kanan, punggung kiri, dada kanan, dan bawah ketiak kanan. Sementara anaknya mengalami luka terbuka di leher yang cukup parah.



Popy (19) anak sulung Heno dan Dayu pun langsung menangis ketika melihat jenazah ibu dan adiknya di RS Polri. Kala itu Popy sedang kuliah di Malang dan tidak mengetahui kondisi rumah sedikitpun.

Dari penuturan warga setempat, keluarga Heno terbilang cukup harmonis, bahkan tak jarang keluarganya berbagi dengan tetangga.

Polisi yang mendatangi rumah korban langsung melakukan berbagai penyelidikan, dengan bantuan anjing pelacak. Polisi berhasil menemukan 2 buah handphone dan 1 buah pisau tumpul pada sebuah kali kecil dekat rumah.

Warga pun diajak untuk mencari barang bukti bersama, kala itu Heriyanto sempat bingung saat didatangi petugas kepolisian dan menolak untuk ikut mencari barang bukti, dengan alasan sedang mengecat rumah orang.

Pencarian berlanjut esok hari, berbagai pemeriksaan pun lebih mendetail karena sudah menemukan beberapa bukti-bukti untuk mencari yang lebih spesifik lagi. Kembali ke rumah korban, polisi berhasil menemukan 5 buah pisau dapur yang terdapat bercak darah. Pihak kepolisian pun langsung mengamankan pisau dapur tersebut.

Dua kali menjalani pemeriksaan, polisi berhasil menyimpulkan ciri-ciri pelaku pembunuh ibu dan anak ini. Setelah mengidentifikasi pelaku lebih spesifik, akhirnya pelaku berhasil diringkus di kediaman saudaranya di Rawa Lumbu. Ia adalah Heri yang sebelumnya turut menolak untuk mencari barang bukti bersama polisi.

Diketahui, Heri merupakan tetangga yang tinggal tepat di belakang rumah korban. Mencari motif pembunuhan terhadap ibu dan anak ini. Akhirnya polisi berhasil mengungkapnya, yang mana motif pembunuhannya adalah perampokan.

Pembunuh Ibu dan Anak
Pelaku pembunuh ibu dan anak telah ditangkap.

Kala itu rumah korban terlihat sepi, Heri pun menduga kalau rumah tersebut sedang kosong, ia pun bergegas untuk merapoknya. Naas, korban sedang berada di dalam. Korban yang ketakutan dengan aksi perampokan Heri, akhirnya berteriak maling.

Mendengar Dayu berteriak, Heri pun langsung menusukkan benda tajam kepada Dayu. Disusul dengan anaknya Yoel yang berteriak juga, tak segan Heri langsung menghabisi bocah tidak bernyawa ini.

Saat pembunuh ibu dan anak ini menjalani pemeriksaan di kantor polisi, ternyata ada yang mengejutkan dari hasil pemeriksaan. Dimana pembunuh positif menggunakan 3 jenis narkoba, yakni sabu, ganja dan patauw.

Komentar