Statistik Serangan DDOS pada 76 Negara

0
288

Seperti yang dilaporkan oleh Kaspersky Lab pada Q1 2015, serangan DDOS ternyat semakin marak saja, lebih dari 23 ribu serangan DDOS dengan bantuan botnet pada web resources yang ada pada 76 negara. Hacker biasanya sering menyerang server Amerika Serikat, Kanada dan China. Hal ini, dikarenakan banyaknya penyedia web hosting pada ketiga negara tersebut.

Masih belum diketahui modus para hacker ini, namun banyak yang menyatakan bahwa para hacker ini bukanlah bersifat komersial. Mereka hanya menguji kemampuan mereka dengan melakukan penyerangan DDOS dan tidak memilih target untuk diserang. Dimana mereka menemukan, disitulah mereka menyerang.

Total serangan yang berjumlah 23.095 ini, telah terjadi pada Q1 2015. Serangan ini membuat sebuah dampak pada target di 76 negara dan mengalami kenaikan sebesar 15 persen dari sebelumnya yang hanya di 66 negara saja pada Q4 2014.

“Serangan DDoS ini biasanya merupakan sebuah tindakan lintas negara. Maksudnya adalah pelanggan berada di suatu negara, sementara pelaksana berada di negara lainnya, server C & C di-host di negara ketiga, dan bot yang terlibat dalam serangan DDoS tersebar di seluruh dunia,” ucap Evgeny Vigovsky, Head of Kaspersky DDoS Protection, Kaspersky Lab melalui keterangan resminya, Senin (8/6/2015).



Vigovsky menyatakan terkadang sulit untuk menangkap pelaku yang melakukan DDOS ini dan juga menghentikan botnet dari pelaku. Namun, Kaspersky lab mempunyai solusi untuk menggunakan Kaspersky DDOS protection dengan teknologi DDOS intelligence. Sistem ini bekerja untuk menganalisis informasi yang dikirim dari server C & C ke botnet, dan bertujuan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap serangan DDoS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here