Menghina Agama Islam dan Lempar Alquran, Tuah Dikeluarkan dari UIN

0
10764
Tuah Aulia Fuadi Mahasiswa Menghina Islam

Seorang mahasiswa UIN bernama Tuah Aulia Fuadi baru saja mendapatkan musibah terkait komentarnya di situs jejaring sosial, mahasiswa yang sudah menemupuh pada tingkat / semester 5 ini terpaksa dikeluarkan dari kampusnya secara tidak hormat.

Tuah Aulia Fuadi adalah mahasiswa jurusan Ahwal Al Syakhshiyah fakultas Syari’ah UIN Sumatera Utara. Tuah diketahui memang memberikan komentar terhadap agama islam yang cukup kontroversi dan membuat publik menjadi panas, terutama mereka yang beragama muslim.

Tuah Aulia Fuadi Lempar Al Quran
Tak hanya hina agama Islam, mahasiswa ini juga kerap melempar Al Quran saat MOS.

“Penafsir tunggal itu hanya rasul dan itu pun satu. sekarang ia sudah mati jd penafsir tunggal it sdh ga ada lg. Yg sebaiknya Alquaraan itu direvisi saja. Minimal kembalikan saja urusan itu ke Negara, Biar negara saja yg merelevansikannya sesuai dengan kebutuhan zaman dan peradaban umat yg lebih progresif, modernis, teknologis dan teknogratis.”

Menurutnya, manusia tidak diharuskan mengikuti ajaran-ajaran Nabi Muhammad, dikarenakan Nabi Muhammad sudah tidak ada. Ia berpendapat bahwa manusia harus sudah berfikir secara modern yang dapat menggunakan logikanya sebelum menerima ajaran Nabi Muhammad dan Rasul secara mentah-mentah.

“Dalam BERNEGARA , kita tidak diwajibkan untuk mengikuti NABI MUHAMMAD langsung secara mentah2. Sebab tak ada hadis yang bunyinya, ‘Dabbiru siyasatakum kama ra-aitumuni udabbiru siyasati,’ aturlah politik kalian sebagaimana kalian lihat aku mengatur politikku.

Ia menambahkan hanya ada hadis, ‘Shallu kama ra-aitumuni ushalli,’ salatlah sebagaimana kalian melihat aku salat.

Kenapa statemen ini hanya disabdakan Nabi dalam hal salat, dan tidak dalam lapangan politik? Jawabannya jelas: karena salat adalah masalah ubudiyyah yang statis, tidak berkembang, dan aturannya final dan terinci.

Soal politik adalah soal dinamis, dan karena dinamis maka tidak ada ‘politik Nabi’. Politik nabi pas sesuai pd zaman nya. Sementara sekarang bukan lg zaman nabi. tak SETIAP DALAM semua hal kita itu harus mengikuti Nabi.”

Akibat pernyataannya yang dilontarkan oleh Tuah, terpaksa ia harus berpulang kepada orang tuanya. Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis pun membenarkan terhadap pengeluaran Tuah.



“Kemarin sudah diputuskan ada pemecatan mahasiswa UINSU Medan, yang menghina Allah, Nabi SAW dan Al-Qur’an.”

Tuah dipecat bukan hanya karena menistakan agamanya saja, tetapi juga masalah kedisiplinan. Beberapa saksi melaporkan perilaku Tuah yang melempar Al-Qur’an ke tanah saat masa orientasi mahasiswa baru. Akibat hal ini, Tuah pun mendapati dua pelanggaran yang sudah tidak dapat ditolerir lagi. Pertama karena masalah kedisiplinan dan kedua karena menistakan agama islam yang mana dapat berakibat fatal bila tetap dipertahankan.

Pihak rektorat sudah beberapa kali memberikan masukan kepada Tuah, namun ia tidak mau menerimanya dan malah membuka forum tersendiri di media sosial yang dinilai mencemarkan nama baik UIN.

Komentar