Harga Jagung di Gorontalo Naik, Perekonomian Petani Terbantu

0
303
Harga Jagung Gorontalo Naik

Naiknya harga jagung di Gorontalo tentu membuat para petani dapat bernapas lega ditengah sulitnya perekonomian Indonesia saat ini, beberapa masyarakat sempat bertanya, apa penyebab naiknya harga jagung di Gorontalo?. Meskipun kenaikannya tidak terlalu besar, yakni dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.300, hal ini amat membantu perekonomian petani di Gorontalo.

Kenaikan harga jagung ini disebabkan oleh musim kemarau yang menyebabkan tanaman jagung mengalami kekurangan air, sehingga tak sedikit petani yang gagal panen dan menjadikan jagung panennya menjadi pakan ternak.

Ketua kelompok petani jagung, Gafar ( 22/9/2015 ) mengungkapkan bahwa naiknya harga jagung ini sangat membantu para petani yang mengalami gagal panen. Meskipun tidak semua petani mengalami gagal panen pada tanamannya. Setidaknya masih dapat menutupi kerugian jagung-jagung mereka yang gagal panen.

“Kami sangat senang karena disaat kondisi sulit seperti ini, yakni musim kemarau harga jagung terus mengalami kenaikkan,” Kata Gafar.



Seorang petani bernama Anton Ibrahim pun amat senang dengan naiknya harga jagung ini, ia mengaku beberapa tanaman jagung miliknya mengalami gagal panen hingga hanya menjadikannya sebagai pakan ternak.

“Banyak petani yang gagal panen, bahkan tanaman jagung tidak berbuah dan kering sehingga hanya dijadikan pakan ternak,” kata Anton.

Penyebab Harga Jagung Naik
Inilah penyebab harga jagung naik.

Hampir rata-rata tanaman jagung di Gorontalo memang cukup mengecewakan menurut, ada yang buahnya tidak ada, ada yang kecil dan ada pula yang rusak.

Sayangnya, tak semua merasakan keuntungan ini, bagi mereka yang menggunakan jagung sebagai bahan makanan atau lainnya, tentu akan mengalami sedikit kerugian dan terpaksa menaikan harga jual produk mereka. Semoga pemerintah dapat cepat mengambil sikap untuk mengatasi meningkatnya harga jagung. Terutama pada daerah Gorontalo.

Komentar