Cara Mengatasi Anak yang Susah Makan

0
358
Anak Susah Makan

Memberi makan kepada anak atau balita memang terkadang menjadi hal yang menyulitkan. Karena anak tidak selalu menyukai hidangan yang telah disiapkan untuk mereka. Mereka akan cenderung memilih-milih makanan yang mereka suka dan meninggalkan yang tidak mereka suka. Belum lagi kalau anak terlalu banyak ngemil biskuit, permen, coklat, ataupun makanan cepat saji pasti mereka akan tambah malas untuk makan.

Menghadapi situasi seperti itu orang tua melakukan berbagai macam cara agar anak mau makan. Orang tua sering memaksa sang anak agar mau makan, bahkan jika tidak mau makan orang tua tidak segan mengancam bahkan menghukum sang anak. Memberikan janji-janji manis yang tak pernah ditepatipun kerap orang tua lakukan, padahal hal ini tidaklah baik karena anak akan menganggap anda sebagai orang tua yang pembohong. Kebiasaan berbohong ini bisa saja ditiru sang anak jika sudah dewasa. Terkadang agar anak mau makan orang tua memberi mie ataupun olahan instant lainnya yang memang kebanyakan disukai anak-anak. Padahal makanan yang bergizi sangat mereka butuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi malas makan. Sebagai orang tua, kita harus mengenali hal-hal tersebut sehingga kita bisa mengetahui penyebab anak kita sangat sulit makan.

  • Anak sedang sakit, kondisi badan yang tidak baik bisa menurunkan nafsu makan sehingga anak menjadi malas makan.
  • Menu yang itu itu saja, sehingga anak bosan dengan makanan yang terhidang, karena tidak bervariasi.
  • Memakan cemilan diantara jam makan, akhirnya sang anak tidak merasa lapar dan malas makan nasi.
  • Anak merasa sedih dan tidak bahagia, sehingga perasaan anak tidak nyaman dan membuatnya tidak berselera makan.
  • Adanya unsur paksaan untuk makan, hal ini akan membuat anak semakin memberontak dan tidak mau makan.
  • Perkembangan ego pada anak, pada usia 3-4 tahun, anak sering menolak makan karena sifat egonya yang tinggi. Sehingga orang tua harus pintar-pintar menyajikan makanan semenarik mungkin.

Sebagai orang tua, sebaiknya kita mejaga nafsu makan sang anak, sehingga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya bisa tercukupi. Berikut ini ada beberapa saran yang bisa dilakukan orang tua agar anak mau makan:



Hidangkan menu yang bervariasi setiap harinya.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga akan merasa bosan jika dihidangkan dengan menu yang itu-itu saja, walaupun menu itu adalah makanan favorit sang anak.

Percantik tampilan makanan.

Tampilan makanan yang lucu dan menarik akan lebih disukai anak-anak. Makanan yang dihias dan ditata dengan baik akan memberikan rangsangan nafsu makan lebih besar. Bentuklah makanan anak anda dengan bentuk-bentuk unik seperti boneka ataupun bentuk lucu lainnya.

Kurangi camilan diantara jam makan.

Terlalu banyak makan camilan akan membuat perut menjadi kenyang dan anak enggan makan nasi. Berilah camilan kepada anak setelah anak selesai menyantap menu utamanya atau beberapa jam sebelum anak makan.

Kurangi pemberian minum yang berlebihan saat makan.

Terlalu banyak minum akan membuat perut tidak memiliki cukup ruang untuk diisi makanan.

Anak sedang tumbuh gigi.

Jika hal ini merupakan penyebabnya maka orang tua harus pintar memilih jenis masakan dan tidak memilih yang bertekstur kasar.

Jangan mengiming-imingi pemberian camilan atau jajanan setelah makan

Hal ini akan berdampak pada pola pikir anak sehingga mereka akan merasa kalau jajanan atau camilan lebih enak rasanya di bandingkan nasi dan lauk pauknya.

Berikan camilan sehat.

Camilan yang sehat akan mencukupi gizi yang dibutuhkan anak. Sebisa mungkin buatlah sendiri camilan dirumah dan kurangi jajan diluar. Karena faktor kebersihan jajanan diluar juga tidak terjamin. Campurkan bahan-bahan bergizi tinggi saat membuat camilan misalnya sayuran, sehingga anak yang tidak suka sayur pun masih bisa mendapatkan gizi dari sayuran.

Masaklah makanan favorit anak.

Agar anak bersemangat makan maka masaklah makanan kesukaannya. Tapi orang tua juga harus tetap memperhatikan nilai gizi dari makanan yang dipinta si anak. Jika makanan yang diminta adalah masakan siap saji, maka jangan terlalu sering mengikuti keinginannya. Karena bagaimanapun juga mengkonsumsi makanan cepat saji terlalu sering tidaklah baik untuk kesehatan.

Berikan porsi makanan yang tidak terlalu besar dan biarkan dia makan sendiri.

Berilah porsi sedang saja, karena jika anak merasa kurang dia bisa meminta tambah. Dan jangan takut dengan kotor yang disebabkan anak saat makan sendiri. Belajar makan tanpa dibantu orang tua akan membuat anak belajar untuk mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here