Gangguan Tumbuh Kembang Pada Anak Yang Harus Di Waspadai

0
519
Gangguan Perkembangan Anak

Melihat anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik pasti merupakan hal yang sangat didambakan para orang tua. Perkembangan tumbuh kembang anak harus selalu di pantau dan di perhatikan oleh orang tua. Karena pada proses tumbuh kembangnya, anak-anak bisa saja mengalami gangguan. Sehingga jika hal itu terjadi orang tua bisa mengambil langkah antisipasi.

Berikut ini merupakan beberapa gangguan yang mungkin saja terjadi pada anak dan tentunya harus diwaspadai.

  1. Gangguan berbicara

Anak yang mengalami gangguan ini seharusnya sudah bisa berbicara pada usianya tapi malah mengalami hambatan dalam berbahasa. Gangguan ini bisa saja disebabkan oleh gangguan pendengaran, keterlambatan perkembangan bahasa, kurangnya stimulasi pada anak dan retardasi mental.

  1. Jalan jinjit

Jalan jinjit bagi anak yang baru belajar berjalan adalah hal yang normal. Tapi bagi anak yang telah berusia 3 tahun atau lebih dan masih berjalan jinjit justru perlu diwaspadai. Hal ini bisa saja disebabkan oleh gangguan perkembangan, seperti cerebral palsy ataupun autisme.



  1. Perawakan pendek

Anak yang mengalami gangguan ini akan memiliki postur tubuh yang lebih pendek dari tinggi badan normal anak seusianya. Gangguan ini bisa saja disebabkan oleh kelainan kromosom, kurang gizi, kelainan endokrin ataupun juga ketidaknormalan pada tulang.

  1. Gangguan motorik

Gangguan ini berkaitan dengan keterlambatan perkembangan motorik anak. Otot-otot pada tubuh anak sulit untuk digerakkan. Aktivitasnya terganggu karena gerakannya lambat dan yang lebih parah anak bisa saja menjadi tidak mampu berjalan.

  1. Retardasi mental

Hal ini ditandai dengan kurangnya intelegensia anak. Anak memiliki IQ kurang dari 70 sejak masa perkembangannya sehingga memiliki kecerdasan dibawah normal. Hal ini bisa menyebabkan kurangnya kemampuan anak untuk belajar dan beradaptasi terhadap lingkungannya.

  1. Gangguan down syndrome

Anak yang mengalami down syndrome memiliki kecerdasan yang terbatas. Hal itu disebabkan jumlah kromosom yang terlalu berlebih sehingga kemampuan motoriknya berkembang lebih lambat.

  1. Gangguan autisme

Gejala ini bisa ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk bersosialisasi, tidak mau bertatap mata serta tidak merespon jika dipanggil namanya. Anak cenderung melakukan kegiatan yang berulang-ulang secara terus menerus. Biasanya gejala autisme terjadi sebelum anak berusia tiga tahun.

  1. Anak terlalu hiperaktif

Hiperaktif bisa disebabkan oleh kerusakan syaraf pusat sehingga kosentrasi anak jadi pendek dan mampu terpecah belah dan sulit untuk dikendalikan. Ciri anak yang mengalami hal ini adalah anak selalu bergerak kesana kemari, tidak mengenal lelah, usil, suka membantah dan lain sebagainya.

  1. Cerebral palsy atau kelumpuhan otak besar

Hal ini disebabkan gangguan pada sel-sel motorik pada susunan syaraf pusat yang sedang tumbuh. Pada kasus ini otot-otot pada tubuh tidak mau mendengarkan perintah otaknya. Cerebral palsy bisa saja terjadi saat janin masih dalam kandungan, ketika proses persalinan ataupun ketika bayi baru lahir hingga berusia 5 tahun.

  1. Gangguan keterlambatan perkembangan

Ini merupakan kondisi dimana anak mengalami gangguan bukan hanya pada motoriknya saja tapi juga gangguan pada kognitif dan emosionalnya.

  1. Diseleksia

Merupakan kesulitan dalam mengolah kata-kata karena adanya disfungsi pada daerah abu-abu otak. Ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata secara akurat dan ketidakmampuan menyusun kalimat, mengeja ataupun membaca. Bagi penyandang diseleksia sejak lahir, hal ini sangat sulit untuk disembuhkan.

Begitulah beberapa gangguan dalam perkembangan anak, sebagai orang tua, tentu kita harus terus menjaga anak kita agar dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Komentar