Kenali Penyebab Gejala Diseleksia Pada Anak

0
382
Penyebab Gejala Diseleksia Pada Anak

Prestasi seorang anak merupakan hal yang sangat membanggakan orang tua. Anak mampu belajar membaca dan menulis dengan baik merupakan hal yang membuat orang tua merasa sangat senang. Dan kemunduran prestasi seorang anak merupakan hal yang sering mengkhawatirkan bagi orang tua. Agar kemampuan belajar sang anak bisa sama atau bahkan lebih dari teman-teman lainnya orang tua terkadang memaksa anak untuk belajar tanpa peduli dengan penyebab yang membuat anak merasa sulit dalam belajar.

Salah satu gangguan yang membuat anak sulit untuk belajar adalah diseleksia. Secara harafiah diseleksia berarti kesulitan dalam berbahasa. Tapi sebenarnya apa sih diseleksia itu? Diseleksia merupakan kelainan neurobiologist yang ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata yang tepat dan akurat baik dalam pengejaan maupun dalam mengkode simbol. Anak yang mengalami diseleksia akan merasa kesulitan dalam menulis, mengeja ataupun membaca. Mereka juga sulit membedakan urutan dari kanan ke kiri, atas bawah, sulit menyusun kata kata yang dalam kalimat dan sebagainya. Tapi bukan berarti penderita diseleksia memiliki kecerdasan dibawah normal. Banyak orang-orang diseleksia yang sukses di masa depannya dan tidak sedikit orang jenius yang juga mengidap diseleksia, contohnya Albert Einstein. Jika anak diseleksia memiliki suatu keterampilan tertentu maka dia akan mampu melakukannya melebihi teman-temannya.

Lalu apa penyebab diseleksia? Para ahli menemukan kondisi ini disebabkan oleh biokimia dalam otak yang tidak stabil. Selain itu juga terdapat perbedaan anatomi otak bagian samping dan bagian belakang pada anak diseleksia dengan anak normal pada umumnya. Diseleksia juga merupakan disfungsi bawaan yang diturunkan oleh orang tuanya. Dan kebanyakan diseleksia terjadi pada anak laki-laki.

Diseleksia pada anak bisa di lihat melalui ciri-ciri yang dia tunjukan. Oleh karena itu orang tua harus peka terhadap kekurangan yang ada pada anaknya. Ciri-ciri anak diseleksia antara lain:



  • Kesulitan dalam mengenal huruf
  • Kesulitan dalam mengeja dan membaca
  • Memiliki hambatan dalam mengingat jangka pendek
  • Kesulitan dalam penyusunan yang berurut
  • Kesulitan membedakan kanan kiri, atas bawah
  • Kesulitan mengingat nama
  • Kurangnya kosentrasi
  • Memiliki hambatan dalam fonologi, atau keliru dalam memahami kata yang hampir sama

Sebagai orang tua di sarankan jika menemukan anaknya memiliki tanda-tanda diseleksia maka segeralah membawanya berkonsultasi ke tenaga ahli yang berkompeten dalam menangani diseleksia. Pada dasarnya diseleksia tidak dapat disembuhkan tapi dapat terlihat hilang ataupun berkurang jika sang anak tersebut mampu mengatasi kesulitannya. Oleh karena itu disarankan kepada orangtua untuk melakukan hal-hal berikut, agar anak anda mampu menemukan solusi untuk masalahnya tersebut:

  • Aktiflah untuk mendampinginya dari waktu kewaktu
  • Jangan banding-bandingkan dia dengan teman-temannya, berilah dia semangat dan bangun lagi kepercayaan dirinya
  • Gunakanlah media gambar untuk memudahkan anak belajar
  • Saat mengajarinya membaca, carilah subjek yang menarik baginya sehingga anak akan tertarik untuk membaca
  • Jalin komunikasi dengan gurunya di sekolah agar sang anak bisa diberikan perhatian dan pengajaran yang lebih karena keterlambatannya

Komentar