Pemilik Film Battle of Surabaya Menyinggung Masalah Nasionalisme

0
923
Battle of Surabaya, Nasionalisme?

Film Battle of Surabaya yang baru rilis tempo hari lalu memang sempat menyita perhatian masyarakat. Sebab, film animasi ini memang merupakan karya dalam negeri, untuk itu pemilik film Battle of Surabaya menyinggung masalah jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia, bagaimana tidak, film ini harus dihadapkan dengan film animasi lainnya yang cukup berat. Yakni “Inside Out”.

Bisa dibilang film Battle of Surabaya tidak terlalu laku dipasar Indonesia, entah karena alurnya atau memang masyarakat Indonesia kurang menyukai menonton film-film perjuangan seperti ini. Film animasi Battle of Surabaya ini masih baru menyentuh 38 ribu penonton, sangat jauh bila dibandingkan dengan film seperti Magic Hour ( 386 ribu penonton ) dan Surga yang Tak Dirindukan ( 1,5 juta penonton ).

Untuk itu, pihak dari film Battle of Surabaya memang menghimbau rasa nasionalisma masyarakat Indonesia untuk menonton film karya dalam negeri ini. Tetapi, rasa nasionalisme tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukurnya, sebab bukan dari menonton film rasa nasionalisme itu tumbuh. Setiap individu juga memiliki hak sendiri dengan apa yang akan ia lakukan. Berikut ini kutipan dari kaun fanspage Battle of Surabaya.

Fakta Pertaruhan harga diri bangsa antar negara: INSIDE OUT (Amerika) VS BATTLE OF SURABAYA (Indonesia), hanya bisa dimenangkan kalau penonton Indonesia mendukungnya dengan menonton di bioskop. Menurut kakak….?”



Inside Out atau Battle of Surabaya?
Manakah film yang anda pilih?

Bagaimana pendapat anda?. Tentu saja cukup berlebihan, di era modern ini, kata-kata tersebut memang sudah cukup asing. Bila ditinjau dari kutipan tersebut, maka orang yang menonton film Inside Out di bioskop akan dicap sebagai orang yang tak memiliki jiwa nasionalisme.

Pihak Battle of Surabaya memang mengharapkan jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia untuk menonton film karyanya. Lalu bagaimana penonton setelah statement ini dikeluarkan oleh pihak Battle of Surabaya?. Akankah ratingnya meningkat?. Mari lihat pada berita mendatang.

Komentar