Aksi Elanto Cegat Konvoi Moge Mendapat Pembelaan Dari Anggota DPR

0
1031

Elanto sebagai seorang aktivis asal Yogyakarta ini memberanikan dirinya untuk mencegat motor gede HD ( Harley Davidson ). Hal tersebut dikarenakan para pengendara motor gede sudah sering melanggar rambu – rambu lalu lintas. Untuk itu Elanto mewakili warga-warga sekitar yang sudah muak dengan melihat perilaku para pengendara motor gede.

Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu mengungkapkan bahwa hal yang dilakukan oleh Elanto ini memang benar dan patut didukung oleh kita semua. Bagaimana pun, aksi pencegatan di simpang empat Condongcatur Yogyakarta yang dilakukan Elanto harusnya dapat menjadi cerminan warga-warga setempat untuk mengikuti jejaknya. Kebenaran memang harus ditegakkan, karena semua orang memiliki hak yang sama dalam negara ini.

Aksi Elanto Mencegah Moge
Beginilah aksi Elanto dalam mencegah motor gede yang kerap meresahkan warga sekitar.
Aksi Elanto Mencegah Moge
Beginilah aksi Elanto dalam mencegah motor gede yang kerap meresahkan warga sekitar.

Pengendara motor gede memang diketahui kerap bersikap arogan. Bahkan beberapa dari mereka merasa bahwa dirinya yang memiliki jalanan sendiri, tak pernah menghiraukan keselamatan pengendara lainnya, bahkan, saat anggota motor gede menyerempet pengendara di jalanan. Mereka akan menyalahkan pengendara jalanan, seperti yang terjadi di Yogyakarta, saat salah satu anggota motor gede menyerempet pengendara mobil avanza, malah pengendara mobil tersebut yang dicecar.

Elanto memang sudah geram dengan perilaku para pengendara motor gede. Pada acara gathering para pengendara motor gede di Candi Prambanan yang berlangsung pada 14-17 Agustus, para pengedara motor gede ini memang sering kali melanggar lalu lintas dan tak heran bila kadang mereka pun membahayakan nyawa orang lain yang berada di jalan.



Sayangnya, pernyataan dari Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang sah. Bila konvoi motor gede mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Maka lampu merah dan rambu-rambu lainnya tidak berlaku untuk mereka. Selama mereka dalam pengawalan polisi. Hal tersebut memang sudah dituangkan dalam pasal 134, yang mengartikan hal tersebut menjadi kepentingan bagi polisi.

Lantas bagaimana pandangan masyarakat yang mengetahui mengenai pernyataanini?. Tentu pernyataan ini berat pada sebelah pihak, bukan karena pengawalan polisi dan mereka mampu membayar polisi, mereka dapat lewat dari hukum dan seenaknya menerobos rambu-rambu lalu lintas.

Komentar