Reses Akan Diperpendek Karena Kinerja Legislasi DPR Tidak Bagus

0
211

JK pemilik nama dari Jusuf Kalla yang menjadi wakil presiden negara Indonesia ini menilai bahwa kinerja Legislasi DPR periode 2014 – 2019 dianggap tidak memuaskan dan juga kurang produktif. Hal ini dipicu lamanya kinerja Legislasi DPR yang baru menyelesaikan 2 undang – undang dari 37 RUU yang harus segera direvisi.

Oleh sebab itu, JK pun merasa kecewa dengan kinerja para Legislasi DPR yang harusnya dapat bekerja dengan cepat, karena bagaimana pun mereka yang berperan penting untuk kemajuan negara ini. JK pun meminta DPR untuk mempertimbangkan opsi, yaitu untuk mengurangi masa reses atau meningkatkan kinerja agar lebih produktif lagi.

“‎Tugas yang pertama DPR kan legislasi, ini tidak terlalu maju, tidak terlalu bagus. Oleh karena itu ya kalau tidak terlalu maju harus banyak bekerja. Kalau lebih banyak bekerja berarti reses harus diperpendek,” tegas JK saat berada di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Anggota Baleg ( Badan Legislasi ) Yandri Susanto mendorong untuk segera dilakukan evaluasi ulang terkait kinerja para anggota Legislasi dan juga masa reses. Politisi dari partai PAN ini menyampaikan sebuah usul revisi masa reses yang nantinya akan disampaikan kepada pimpinan DPR dan akan diparipurnakan.



“Jadi kesepakatan politik saja disetujui di paripurna, bahwa reses hanya 2 minggu, sisanya maksimalkan untuk selesaikan UU,” tutup Yandri.

Komentar