Kisah Kakek Tua Jujur Si Penjual Amplop

0
896
Kakek Penjual Amplop di ITB

Cuaca yang terik tidak membuat semangatnya berkurang sedikitpun. Kakek tua pemilik nama Darta ini telah menginjak usia 80 tahun. Tapi semangatnya masih dapat terlihat pada wajah kakek tua ini. Darta sudah lama berjualan amplop di kampus ITB, ia sudah menjalani pekerjaannya ini selama 14 tahun guna menghidupi ketiga anaknya.

Lembaran demi lembaran berusaha ia jual untuk menutupi kebutuhan sehari – harinya. Panas terik hingga hujan pun tak menjadi masalah yang besar bagi kakek tua ini. Di masa sekarang ini, pengiriman surat secara konvensional memang sudah tidak digunakan oleh sebagian masyarakat.

Hal yang paling menyedihkan dari kakek tua ini adalah kondisi fisiknya yang sudah tidak terlalu kuat karena usianya yang sudah rentan. Tangannya bergetar, kakinya kusam dan pendengaran yang tidak baik bukanlah menjadi masalah baginya. Tapi, kita yang melihat tentu akan merasa sangat empatis dengan apa yang dilakukan oleh Darta.

Darta dikenal sebagai sosok yang sangat jujur oleh masyarakat sekitar, sebab ia berjualan dengan sangat jujur. Ia menjual amplop kecil berukuran 5×3 cm dengan harga Rp. 1000 dan ukuran besar berukuran 10×9 seharga Rp. 2000. Setiap menjual 1 bungkus amplo yang berisi 10 amplop ia hanya meraup keuntungan sebesar Rp. 200 saja.



Saat ditanyakan mengapa kakek tersebut hanya mengambil untuk sebesar Rp. 200, ia pun menjawab “Iya bapak beli Rp 800, jual Rp 1.000 Itu juga patut disyukuri. Bapak masih bisa makan, dan yang pasti bapak sehat,”.

“Dari pada saya mengemis, lebih baik saya berjualan, lagipula bapak masih kuat kok,” tambahnya.

Sungguh pribadi yang mulia dari seorang kakek tua ini, meskipun terpaut usia yang sudah rentan ia masih terus menghidupi istrinya, sedangkan anaknya sibuk dengan aktifitasnya masing – masing. Perjuangan Darta memang cukup besar, ia harus berjalan sejauh 8 km setiap harinya dari rumah hingga ke depan kampus ITB.

Dalam sehari, kakek ini bisa mengantongi sebesar Rp. 30 ribu, namun tak jarang juga ia hanya mendapatkan Rp. 10 – 15 ribu per harinya. Sebab, minat masyarakat menggunakan amplop memang sudah mengurang.

Sungguh perjuangan yang luar biasa. 14 tahun lebih menjual amplop, Darta tak pernah mengeluh sedikitpun. “Tuhan punya jalan bagi orang yang mau berusaha,” tutupnya dengan wajah tersenyum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here