Setelah Menjadi Budak Selama 22 Tahun, Akhirnya Myint Naing Bisa Pulang

0
569
myint naing bebas dari perbudakan

Myint Naing warga asal Myanmar ini terjebak dalam perdagangan manusia, pada tahun 1993. Ia meninggalkan kampung halamannya dengan alasan mencari uang demi menghidupi keluarganya. Saat itu, ia bertemu broker dan ditawari untuk bekerja di Thailand. Ia pun menerima tawaran tersebut dengan beberapa orang lainnya.

Tak pernah terduga, bukannya pergi ke Thailand untuk bekerja, ternyata ia malah terjebak di kapal untuk menjadi budak, Myint dan teman – temannya pun digiring ke pulau Tual, wilayah yang kaya ikan di Maluku, Indonesia. Ia harus menjalani kehidupan layaknya sebuah robot. Bekerja selama 24 jam, makan dengan nasi dimasak dengan air laut. Minum air laut dan bertahan diteriknya matahari yang menerpa.

Ia melihat ke sekitarnya, banyak budak yang bernasib sama seperti dirinya, bahkan beberapa diantaranya ada yang tidak kuat menahan siksaan hingga melemparkan dirinya dari kapal ke lautan luas. Namun, hal tersebut tak pernah terlintas dipikiran Myint.

Pria yang bertubuh kurus tersebut, adalah 1 dari ribuan budak yang dipekerjakan di bisnis hasil laut ( seafood ) Thailand. Sebanyak 200 ribu diantaranya, dipekerjakan secara paksa.



Suatu hari, ia memohon kepada Kapten kapal untuk memberikan kebebasan kepadanya, sayangnya sang kapten kapal tidak memberikan izin, malah mengancam akan membunuhnya. Myint pun mencoba melarikan diri, namun ia tertangkap basah oleh awak kapal hingga Myint harus diikat di dek selama 3 hari 3 malam. Ia tidak tahu akan jadi apa dirinya melawan ajal yang sedang menerpanya, tidak pernah terpikir bahwa ia dapat hidup.

Pada akhirnya, ia berhasil melarikan diri dan bersembunyi di rumah penduduk selama beberapa tahun. Suatu hari, ia mendengar sebuah program dari pemerintah untuk membebaskan para pekerja yang diperbudak, yang dipicu laporan Associated Press mengenai perbudakan terselubung yang terjadi di Nusantara.

Myint pun terbang ke Yangon dan melihat bahwa kotanya sudah sangat berbeda dari dulu dan akhirnya Myint bertemu keluarganya, ia mengucap janji “Di masa depan, aku tak akan pergi ke mana pun. Aku akan tinggal dan bekerja di sini. Aku akan mati di Myanmar,”.

myint naing kembali pulang
Myint Naing kembali pulang dan bertemu dengan ibu tercinta.

Meski perbudakan sudah dilarang oleh PBB, namun dibeberapa belahan dunia masih ada yang menjalani hal tersebut. Ada sekitar 30 juta jiwa yang mengalami perbudakan dan perdagangan manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here