Margariet Diperiksa Secara Tuntas Sebagai Saksi Pembunuhan Angeline

0
442
Pembunuhan Angeline
Angeline malang ini mendapat perlakuan tidak bermoral dari ibu angkatnya.

Kemauan Margariet untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan Angeline harus menyita waktunya dari siang hingga malam. Ia pun harus menjawab berbagai pertanyaan sebagai saksi dari kasus pembunuhan Angeline ini.

Dion Pongkor pengacara dari Margariet mengaku bahwa kliennya tersebutlah yang meminta agar pemeriksaan dituntaskan.

“Sejak pukul 11.30 Wita klien kami diperiksa tanpa istirahat. Itu kemauan klien kami. Sebelum diperiksa klien kami makan dan usai diperiksa pun klien kami langsung makan,” tutur Dion di Mapolda Bali, Kota Denpasar, Sabtu (20/6/2015) malam.

Ia juga menjelaskan bahwa kliennya tersebut diperiksa oleh 5 orang dari tim penyidik. Margariet pun mengaku bahwa ia tidak mengetahui bila Angeline terbunuh, karena posisinya waktu itu dia berada dikamar.



“Klien kami mengatakan waktu itu 16 Mei 2015 sekira pukul 13.00 Wita masih melihat Angeline mengambil pensil dari kamar,” jelas Dion.

Saat itu kliennya pun sempat menaruh curiga kepada Agustinus Tae sebagai pembantu rumahnya, karena terakhir melihat Angeline saat ia mengambil pensil dikamar. Bocah berusia 8 tahun tersebut mengaku bahwa Agustinus meminta untuk dipinjamkan pensil.

Sementara itu, tidak lama kemudian Angeline pun menghilang. Margariet selaku ibu angkatnya sudah berusaha mencarinya kemana – mana hingga pukul 21.00 Wita. Margariet pun sudah melapor kepada kelian adat ( pemimpin adat setempat ) hingga pada akhirnya ditemani oleh anak pertamanya Yvone untuk melapor ke pihak kepolisian.

Dion sebagai kuasa hukum Margariet memastikan bahwa tidak ada barang bukti yang dapat membuktikan bila Margariet terlibat, sementara ini Margariet hanya terlibat dalam kasus penelantaran anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here